Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi

10 Santri Terbaik IMBS Siap Belajar Di Jogja

8

imbskaltim __Alhamdulillah Bini’matihi Tatimussholihat. Dengan Izin Allah SWT. Di tahun Ini Pondok Pesantren Istiqomah Muhammadiyah tepatnya tanggal 28  September 2019 akan memberangkatkan kembali santrinya ke Jogjakarta untuk menuntut ilmu Al Qur’an, adapun kegiatan mereka nantinya selama dua bulan disana adalah :

Yang pertama : Pertukaran Pelajar Se-Indonesia , karena yang akan hadir pada kegiatan ini adalah santri – santri yang terpilih dari Pesantren Masing untuk belajar ilmu Al Qur’an dan Memahami dan menghafalkannya.

Yang ke-2 Study Toure ; Dalam rangka menambah wawasan generasi muda bukan hanya belajar Al Qur’an tapi mereka akan disajikan dengan berbagai wisata disetiap akhir pekannya , karena kita juga mengetahui bahwa di tanah jawa ini banyak situs- situs sejarah, Perguruan Tinggi yang terkenal Seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Univ. Ahmad Dahlan, Univ. Gajah Mada yang didambakan para santri kelak mereka bisa masuk menjadi Mahasiswnya Kelak.

Yang ke-3 Olimpiade Nasional Ahmad Dahlan ke VI ;  Yang tidak  kalah pentingnya lagi, bahwa 10 santri akan sekaligus mewakili kaltim mengikuti ajang nasional dalam berbagai cabang lomba ; sangat menggairahkan bukan ? Bukan hanya belajar, tapi mereka sekaligus akan mengikuti olimpiade Nasional Ahmad Dahlan ke VI di Universitas Muhammadiyah Semarang – Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi sangat istimewa,  bukan hanya bagi sekolah, guru dan siswa akan tetapi model pembelajaran yang mengakomodir potensi-potensi santri, tapi kami mendapat dukungan penuh dari orang tua agar putra – putrinya menjadi para penghafal al Qur’an, yang juga menjadi kebahagiaan kami nantinya anak – anak yang berprestasi ini bisa melanjutkan sekolahnya tingkat SMA yang sudah kami rintis, sekarang menginjakan umur  ke-dua semoga diberikan kelancaran.

Program Akselerasi Tahfidz ini, Kesiswaan mengucapkan banyak berterimakasih yang terhingga kepada Waka Kurikulum dan Direktur IMBS, dengan keyakinan kita kepada Allah SWT. Mereka yang hapalan Al Qur’annya bagus, insyaallah mereka tidak akan tertinggal dipelajaran yang lain juga prestasi baik akademik maupun non akademik { Alhamdulillah sudah terbukti }.

Maka sudah sewajarnya setiap program baik, kita dukung dengan segala upaya, dan kemampuan  untuk selalu memupuk para santri yang kelak Mencintai al – Qur’an , cinta pada Allah dan cinta pada Rasulnya. Jika ingin kenal dengan ulama yang besar dikalangan sahabat, abad ke satu dan ke 2 sampai ketujuh , 1001 dari mereka sudah menghatamkan Al Qur’an sejak usia mereka masih baligh.

Di antara keistimewaan Alquran adalah Allah mudahkan ia dengan semudah-mudahnya. Allah ﷻ berfirman,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Allah ﷻ mengulang-ulang kalimat tersebut sebanyak empat kali di dalam kitab-Nya yang mulia. Semuanya kita jumpai dalam surat Al-Qamar. Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah benar-benar menjadikan Alquran itu mudah untuk dipelajari.

Kemudahan ini, kemudahan yang Allah ﷻ jadikan di dalam Alquran, khusus Allah berikan kepada Alquran. Tidak ada satu pun kitab suci samawi yang Allah turunkan ke dunia yang memiliki sifat mudah seperti Alquran. Allah jaga kitab ini secara sempurna. Adapun kitab-kitab terdahulu sebelum Alquran dibaca melalui lembaran-lembaran. Sedangkan Alquran sangat mudah untuk dibaca, dipahami, dihafalkan, dan diamalkan.

Alquran juga mudah untuk dihafalkan. Ini adalah sebuah realita yang dirasakan banyak orang dan mereka lihat di kehidupan seharian. Anda bisa melihat di masyarakat, banyak orang-orang yang menghafalkan Alquran 30 juz, padahal masih anak kecil. Anda juga menyaksikan, ada orang yang hafal Alquran padahal usianya telah lanjut. Anda juga menyaksikan, para penghafal Alquran, padahal mereka tidak mengerti bahasa Arab. Mereka tidak paham artinya tapi mereka bisa menghafalnya. Ini semua adalah bentuk kemudahan Alquran untuk dihafalkan. Dan ini adalah kemudahan dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, ambillah bagian dari Alquran dengan bagian yang banyak. Semangatlah dalam menghafalkannya. Barangsiapa yang berkeinginan untuk menghafalkannya, maka Allah ﷻ akan memudahkannya. Sebagaimana firman-Nya,

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Allah telah memudahkan kitab ini baik siang maupun malam, bagi mereka yang diberi taufik. Membacanya termasuk perkara mudah. Ia senantiasa terasa nikmat bagi kalbu dan selalu dirindu. Ketika kita membacanya satu hizb, maka ada rasa keinginan terus dan terus membacanya. Tidak ada orang yang mengatakan “saya bosan membaca Alquran”. Yang ada saya malas. Hal itu karena lemahnya keimanannya.

{Arip saripudin }

Samarinda 12 Muharram 2019

Leave A Reply

Your email address will not be published.