Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi

Ciri Umat Terjamin Keselamatannya Bagian 2

53

Ciri Umat Yang Terjamin Keselamatannya. Bag.2.

Ditulis Kembali oleh : Habib Ma’ruf bin Shodiq al-Ma’ruf. al-Purbalingga.
Devisi Penyiaran & Sosialisasi Majelis Tarjih & Tajdid Pimpinan Wilayah Kalimantan – Timur.

www.imbskaltim.sch.id __ di bagian pertama sudah kita bahas tentang sifat-sifat manusia yang di jamin oleh Allah SWT. Keselamatannya kita akan lanjutkan di bagian ke dua ini, agar kita benar-benar faham konsep aqidah yang murni …

وَعَلَى اَنَّ النَّظْرَ فِى الْكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ اللهِ وَاجِبٌ شَرْعًا.

Mereka berpendapat bahwa memperdalam pengetahuan tentang alam untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran agama.

Dalilnya :

اَفَلَمْ يَنْظُرُوْا اِلَى السَّمَآءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوْجٍ.(٦).وَالْاَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيْجٍ.(٧). تَبْصِرَةً وَذِكْرٰى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيْبٍ.(٨).وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً مُبَارَكًا فَاَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِ.(٩). وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَضِيْدٌ.(١٠).رِزْقًا لِّلْعِبَادِ وَاَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا.كَذٰلِكَ الْخُرُوْجُ.(١١). ق:٦-١١.

“Tidaklah mereka memperhatikan langit yg ada diatasnya, bagaimanakah Aku telah membangunnya dan menghiasinya dengan tiada retak.(6).

Dan bumi telah Ku-bentangkan serta Ku-letakkan padanya gunung-gunung dan Ku-tumbuhkan padanya segala jenis berjodoh yg serasi.(7).

Kesemuanya itu menjadi ibarat dan peringatan bagi tiap-tiap hamba, yg mau, kembali (kepada Allah).(8).

Dan Aku turunkan air dari langit yg banyak manfaatnya lalu Ku-tumbuhkan beberapa kebun dan biji-biji ke taman.(9).

Begitu juga, pohon kurma yg tinggi bermayang yg tersusun.(10).

Menjadi rezeki bagi segenap hamba, dengan demikianlah Aku hidupkan tanah yg tandus (mati) dan sedemikianlah (hal) bangkitan (dari kubur)”.(11).

QS. Qof (50) : 6 – 11.

اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ.(١٧). وَاِلَى السَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ.(١٨).وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ.(١٩).وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ.(٢٠).الغاشية (٨٨) = ١٧-٢٠.

“Tidaklah mereka memperhatikan kepada unta, betapa ia dijadikan? (17).

Kepada langit, bagaimana ia ditinggikan? (18).

Kepada gunung-gunung betapa ia ditegakkan. (19).

Dan kepada bumi, betapa ia dibentangkan?” (20).

QS. Al-Ghasyiyah (88) = 17 – 20 .

قُلِ انْظُرُوْا مَاذَا فِى السَّمٰوَاتِ وَالْاَرْضِ وَمَا تُغْنِي الْاٰيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُوْنَ. يونس (١٠) = ١٠١.

“Katakanlah (hai Muhammad) ! Perhatikanlah apa yg ada dibeberapa langit dan bumi, tidaklah berguna beberapa bukti dan peringatan itu bagi golongan yg tidak beriman”.

QS. Yunus (10) = 101.

اِنَّ فِى خَلْقِ السَّموَاتِ وَالْاَرضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيَاتٍ لِاُولِى الْاَلْبَابِ. ال عِمْرَان (٣) = ١٨٩.

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang, sungguh menjadi bukti bagi orang-orang yg berakal”.

QS. Ali ‘Imran (3) = 189.

اِنَّ فِى خَلْقِ السَمٰوَاتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِيْ فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا اَنْزَلَ اللهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَاَحْيَابِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيْفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيَاتٍ لِقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ. اَلْبَقَرَةْ (٢) = ١٦٤.

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi ,silih bergantinya malam dan siang, adanya perahu (kapal) yg berlayar dilaut membawa barang yg berfaedah bagi manusia, air yg diturunkan Allah dari langit yg digunakan untuk menyuburkan bumi sesudah mati dan membiakkan binatang-binatang serta pengisaran angin dan awan yg dikendalikan antara langit dan bumi, benar-benar menjadi tanda bukti bagi orang-orang yg berfikir”.

QS. Al-Baqarah (2) = 164.

وَهَا نَحْنُ نَشْرَعُ فِي بَيَانِ اُصُوْلِ الْعَقَائِدِ الصَّحِيْحَةِ.

Demikianlah maka kita hendak mulai menerangkan pokok-pokok kepercayaan yg benar.

📗Kitab HPT. halaman.13 & 24 – 25.
Majelis Tarjih & Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Yang dimaksud dengan Ayat kauniyah adalah alam semesta ini semua termasuk kita.

Ada ayat kauniyah ada ayat syar’iyyah.

Kalau ayat kauniyah semua makhluk adapun ayat syar’iyah adalah alqur’an Dan seluruh ajaran Islam.

Semua ayat-ayat ini baik yang kauniyah maupun yang syar’iyah menunjukkan akan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah (tauhid uluhiyah).

Ayat kauniyah menunjukkan bahwa hanya Allah yang mencipta, memelihara, memiliki Dan mengatur Alam semesta ini semua.

Atau yang dikenal dengan tauhid Rububiyah.

Dan karena hanya Allah Rabb (Tuhan) semesta alam, maka hanya Dia yang berhak untuk disembah.

فَاِذَا قِيْلَ لَكَ : بِمَ عَرَفْتَ رَبَّكَ؟ فَقُلْ بِآيَاتِهِ وَمَخْلُوْقَاتِهِ، وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ،وَالْقَمَرُ، وَمِنْ مَخْلُوْقَاتِهِ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ، وَالْأَرْضُوْنَ السَّبْعُ، وَمَنْ فِيْهِنَّ وَمَا بَيْنَهُمَا.

Jika ditanyakan kepadamu : Dengan apa engkau mengenal Rabb-mu?

Jawablah : Dengan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan segala makhluk-Nya.

Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam dan siang, matahari dan bulan.

Diantara makhluk-Nya adalah 7 lapis langit dan tujuh lapis bumi berikut seluruh makhluk yg ada didalamnya dan diantara keduanya.

Dalilnya :

وَمِنْ ءَايٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَ اسْجُدُوْا ِللهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ.

“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari dan bulan.

Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang telah menciptakannya, jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah”.

QS. Fushshilat : 37.

Dan firman-Nya :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِى خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ،يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيْثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍ بِأَمْرِهِ. أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ.تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ العٰلَمِيْنَ.

“Sesungguhnya Rabb kalian adalah Allah yg telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam diatas ‘Arsy.

Dia menutupkan malam kepada siang yg mengikutinya dengan cepat dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.

Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah, Mahasuci Allah, Rabb semesta alam”.

QS. Al-A’raf (7) = 54.

وَالرَّبُّ هُوَ : الْمَعْبُوْدُ

Rabb adalah ma’bud (yg berhak disembah.

Lihat pula QS. Al-Baqarah (2) = 21 – 22.

قَالَ ابْنُ كَثِيْرٍ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى : اَلْخَالِقُ لِهٰذِهِ الْأَشْيَاءُ هُوَ الْمُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ.

Ibnu Katsir Rohimahullah berkata : Pencipta semua itulah yg berhak untuk disembah (diibadahi).

Pengakuan terhadap tauhid ini tertanam dalam fitrah manusia, hampir tidak ada umat manusia yg memungkirinya, karena Allah Ta’ala telah menciptakan manusia diatas fitrah tauhid dan mengetahui Rabb sebagai pencipta, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا، فِطْرَتَ اللهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا، لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ.

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah diatas) fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.

Tidak ada perubahan pada fitrah”.

QS.Ar-Rum (30) = 30.

Wallahu a’lam.

Sumber kitab : HPT, Syarah Aqidah Wasithiyah, Tiga Landasan Utama, Kitab Tauhid.

Leave A Reply

Your email address will not be published.