Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi

KARAKTER PEMUDA YANG DIRIDHAI

12

Karakter Pemuda  Millenial Yang di Rhidai

Masjid SMK Muhamamdiyah 3 Kota Samarinda

Oleh Arip Saripudin S.Pd.I, M.A

إنَّ الحمد لله، نحمدُه ونستعينه، ونستغفره ونستهديه، ونعوذُ بالله من شرورِ أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهْدِ اللهُ فلا مضِلَّ له، ومن يضلِل فلا هاديَ له، وأشهد أن لا إله إلا اللهُ وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمدًا عبدُه ورسولُه، بعثه الله رحمةً للعالمين هاديًا ومبشرًا ونذيرًا، بلَّغ الرسالة، وأدَّى الأمانةَ، ونصح الأمَّةَ، فجزاهُ اللهُ خيرَ ما جزى نبيًّا من أنبيائه، فصلواتُ ربِّي وتسليماته عليه وعلى جميع الأنبياء والمرسلين، وعلى صحابته وآلِ بيته، وعلى من أحبَّهم إلى يوم الدين.

 Jangan lemah seperti Dilan, menanggung rindu saja dia sudah tak kuat. Mengarungi kehidupan di dunia ini kita harus kuat, terutama berperang melawan syahwat.

Jangan gaya-gayaan keren seperti Dilan, karena memuji kecantikan wanita dan bisa jatuh cinta pada sore harinya adalah gombal. Anak muda itu bukan penggombal, tapi ia pejuang dalam menjaga hatinya agar selalu berpaut pada ALLAH.

Jangan menjadi bodoh seperti Dilan, Menghilangkan jejak kehidupan seseorang hanya karena katanya ia menyakiti wanita yang disenanginya. Jika kalian pemberani dan bernyali, kalian akan berjuang menghilangkan kemungkaran di medan da’wah dan jihad.

Sebuah nasehat cukup menggetarkan, datang dari Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’I rahimahullahu Ta’ala kepada para pemuda;

Bersabarlah atas pahitnya sikap kurang mengenakkan dari guru
Karena sesungguhnya endapan ilmu adalah dengan menyertainya
Barangsiapa yang belum merasakan pahitnya belajar meski sesaat
Maka akan menahan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya
Barangsiapa yang tidak belajar di waktu mudanya
Bertakbirlah 4 kali atas kematiannya
Eksistensi seorang pemuda –demi Allah- adalah dengan ilmu dan ketaqwaan
Jika keduanya tidak ada padanya, maka tidak ada jati diri padanya
(Dalam Diwan Al Imam Asy Syafi’I halaman 33-34, Maktabah Ibnu Sina, tahqiq : Muhammad Ibrahim Salim)

Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan bangsa. Maju mundurnya bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan jiwa kepemimpinan, maka bangsa itu akan maju dan memimpin peradaban dunia.

Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti mabuk-mabukan, tawuran, pornografi, dan pornoaksi, maka masa depan bangsa itu akan suram.

Sosok pemuda seperti apa yang dapat diharapkan mampu membangun negeri ini? Dalam Al-Quran digambarkan pemuda Ashhabul kahfi, yaitu sekelompok anak muda yang memiliki integritas moral (iman).

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS al-Kahfi [18]: 13).

Dalam hadits disebutkan kalimat, Syabaabaka Qabla Haramika (Masa mudamu sebelum masa tuamu). Dari ayat dan hadits tersebut tampak bahwa masalah kepemudaan oleh Islam sangat ditekankan. Ditekankan karena tidak saja masa muda adalah masa berbekal untuk hari tua, melainkan juga di masa muda itulah segala kekuatan dahsyat terlihat.

Pemuda itu, sebelum tidur selalu bermuhasabah atas hari yang dilewatinya, bukan mengucapkan selamat tidur secara diam-diam kepada wanita yang dipacarinya.

Anak lelaki itu harus tahu bahwa kegagahannya untuk memuliakan Islam dan kaum muslim. Kegagahan bukan untuk bermaksiat kepada ALLAH dan menjerumuskan diri dan anak perempuan orang dalam kekejian pergaulan.

Tadabburilah kisah si-Ganteng nan Sholeh Mush’ab bin Umair. Ia gagah, ganteng, kaya raya, parlente, terhormat, dan cerdas. Tapi tak pernah ia pakai semua itu untuk menggombali para wanita. Ia bahkan meninggalkan semua keglamoran kehidupannya lalu berhijrah ke Islam dan menjadi penerus lisan RosuluLLAH shollaLLAHU ‘alayhi wasallam. Ia wafat dalam kemiskinan setelah menjadi wasilah hidayah bagi penduduk Madinah. Lalu apa bagiannya di sisi ALLAH? ALLAH dan Rosul-Nya meridhoinya.

Lalu di mana posisi Dilan? Ia adalah karakter fiktif yang melenakan banyak muda mudi.

Karakteristik pemuda yang digambarkan oleh dunia adalah;

Pertama, pemuda yang selalu menyeru kepada alhaq (kebenaran)

وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

”Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.” (QS Al-A’raf [7]: 181).

Kedua, Generasi Lima Lima Empat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah [5]: 54).

Ketiga, mereka saling melindungi dan saling mengingatkan satu sama lain serta taat menjalankan ajaran agama

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At-Taubah [9]: 71).

Keempat, mereka adalah pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT. Allah berfirman,

الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ

 ”(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.” (QS Ar-Ra’d [13]: 20).

Kelima, mereka tidak ragu-ragu dalam berkorban dengan jiwa dan harta mereka untuk kepentingan Islam.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujurat [49]: 15).

Keenam, pemuda yang (tumbuh) selalu beribadah kepada Allah dan hatinya senantiasa terpaut dengan masjid

وعن أبي هريرة  قالَ: قالَ رسُولُ اللَّه ﷺ: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ: إِمامٌ عادِلٌ، وشابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّه تَعالى، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌفي المَسَاجِدِ، وَرَجُلانِ تَحَابَّا في اللَّه: اجتَمَعا عَلَيهِ، وتَفَرَّقَا عَلَيهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ، وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخافُ اللَّه، ورَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فأَخْفَاها، حتَّى لا تَعْلَمَ شِمالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينهُ، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ متفقٌ عَلَيْهِ.

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wassallam bersabda, ”Ada tujuh (7) golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya, (yaitu):

  1. pemimpin yang adil,
  2. pemuda yang (tumbuh) selalu beribadah kepada Allah,
  3. orang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid,
  4. dua orang yang saling mencintai karena Allah, orang laki-laki yang senantiasa mengingat Allah (berdzikir kepada-Nya) dalam keseharian sampai air matanya mengalirkan,
  5.  orang laki-laki yang diajak seorang wanita yang mulia lagi cantik lalu ia berkata, ”Aku takut kepada Allah yang menguasai seluruh alam”,
  6. dan orang laki-laki yang bersedekah dan menyembunyikan (amal) sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Melalui para pemuda dengan karakteristiknya yang dipaparkan di atas, Islam berhasil menyingkirkan segala macam bentuk kekuatan kedzaliman. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan dengan memberikan perhatian, bimbingan, dan kesempatan untuk berkiprah kepada para pemuda bangsa ini akan mampu bangkit kembali. 

الحمد لله، ثمَّ الحمد لله، ما توفيقي ولا اعتصامي إلَّا بالله، عليه توكلتُ وإليه أنيب، حسبي الله، ﴿ تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا * الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا ﴾ [الفرقان: 1، 2]، وأصلي وأسلِّم على مَن بعثه الله رحمةً للعالمين، ومنارًا للسَّالكين، وحجَّةً على العباد أجمعين، فبلَّغ الرِّسالةَ، وأدَّى الأمانةَ، ونصح الأمَّةَ، وكشف الله به الغمَّةَ، ورضي الله عن عظماء دِيننا وكبراء أئمَّتنا بالحقِّ؛ أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وسائر مَن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين.

Leave A Reply

Your email address will not be published.