Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi

Pendidikan di Era 4.0

24

IMBSKALTIM.SCH.ID __Video-video tentang sekolah, media sosial insyaallah akan membawa sekolah menuju perubahan dan kemajuan di marketing. Ketidak mampuan memproduksi gagasan dan ide serta project adalah keterbelakangan di Era 4.0, diera ini cukup Fosting sudah menghamparkan sajadah merah kesurga, cukup ketik dan share dicatat oleh malaikat sebagai tiket meneguk air telaga kautsar.

Nah Kefokusan kita bersama sekarang adalah bagaimana sekolah ini benar-benar terjaga kwalitasnya, solid guru-gurunya, selalu berfikir positif, saling melengkapi jika ada kekurangan itu wajar. namun di Era 4.0 sangat membuka celah pintu-pintu positif dan negatif, ruang untuk berbuat semakin mudah, update informasi terkini, menggunjing semakin lewat jari-jari, tertawa mengunakan meme cukup menjadi hiburan bagi yang menikmatinya, hatta mendekreaditkan orang semakin menjamur karena dianggap tidak sepaham dengannya, menyebarkan kebencianpun semakin terasa , yang lebih parah lagi membunuh karakter sesorang, dengan tweetnya kehormatan manusia tidak terlindungi.

Menurut Prof. Imam Robandi Salah satu kemunduran sekolah adalah kemunduran ide dan gagasan untuk berbeda, literasi dan gerakan untuk memajukan sehingga dia merasa sudah  cukup dengan pemandangan yang ada, maka inilah gambaran sungai nil yang sangat indah bersama arsitek-arsitek,dan penyihir-penyihir  fir’aun yang menggap bahwa dialah yang paling bisa dan mengetahui lalu menyepelakan seorang Musa anak muda,pola fikirnya dianggap rendah.

Revolusi industri 4.0, orang tidak akan bertanya banyak tentang sekolah kita kepada guru, kelapa sekolah tapi orang mencari  cukup ketik  jejak digital dalam Gadgetnya, sehingga informasi bisa di dapatkan tanpa harus susah payah.

Belum terlalu banyak guru-guru membuat pembejaran kreatif berbasis audio – visual di indonesia, membuat vlog bersama siswa, mereka masih menggunakan cara konvensional termasuk saya, sedikit-sedikit saya memproduksi ide dan gagasan siapa tahu ada yang menggorengnya.

Dikesempatan yang lalu saya membahas sholih dan mushlih, maka sekarang kita sangat memerlukan mushlih. Muslih yaitu orang yang selalu memberikan ide-ide cemerlang dalam terjemah bebas penulis, atau juga bisa dikatakan pencuri ide berlian orang lain lalu dia praktekan  sebagai pengalaman yang berharga, maka orang mushlih bukan hanya pintar tapi juga cerdas dia bisa menggunakan kesempatan untuk membangkitkan jiwa yang krontang menjadi kenyataan.

Maka seorang mushlih harus tahan terhadap penderitaan ,senggolan lisan, cemooh, dicurigai, karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas, tapi seorang mushlih dengan petunjuk rabbnya dia akan menunjukan jalan yang berliku yang lalui orang banyak, menjadi jalan yang lurus menuju puncak kesuksesan.

Selamat berkarya untuk memajukan pendidikan di era 4.0

Leave A Reply

Your email address will not be published.