Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi

Puluhan Santri TahfidzQu Wisuda

0

Pesantren Istiqomah Muhammadiyah atau Istiqomah Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Samarinda mengadakan wisuda Tahfidzqu level 1 dan level 2, di SD Muhammadiyah 4, Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (15/12). Diikuti sebanyak 28 santri, yakni level 1 sebanyak 19 santri yang telah menghafal juz 30 dan 11 santri di level 2 yang telah menghafal juz 30 dan juz 29. Para santri berasal tidak hanya dari SD Muhammadiyah 4, tetapi juga ada dari TK dan sekolah dasar lain bahkan anak usia dini.

Direktur Ponpes Istiqomah Muhammadiyah Jaswadi didampingi Ketua Panitia Arif Syarifuddin mengatakan, program tahfiz quran yang digunakan ini dengan metode tabarak yakni metode terbaru untuk menghafal Alquran dengan cepat. Pada metode ini, para pengajar wajib mengikuti pelatihan dan setelah itu baru bisa memberikan pengajaran tahfiz kepada santri. Disini para santri lebih cepat menghafal yakni satu juz dalam kurun waktu empat bulan saja.

Berbeda di SD Muhammadiyah 4 yang merupakan di bawah naungan Ponpes Istiqomah Muhammadiyah ini yang dibagi selama 5 tahun dari kelas 1 hingga kelas 5 baru bisa menghafal 1 juz yakni juz 30. Dalam metode tabaraq ini, para santri diajarkan dengan mendengarkan suara membaca Alquran dan mengikuti pelafalan Alquran tersebut. Meskipun ada yang belum bisa membaca dengan metode mendengarkan ini, membuat anak-anak jadi lebih mudah mengikuti dan menghafalkan lebih cepat.

“Alhamdulillah, dengan metode ini anak-anak di usia 4,5,6 tahun yang paling banyak cepat bisa menghafal. Program ini sudah berjalan dua tahun dan telah mewisuda dua angkatan untuk level 1 dan satu angkatan untuk level 2. Harapannya generasi penerus bangsa ini mulai cinta Alquran dan mengurangi gadget bagi anak-anak khususnya,” tutur Jaswadi. Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Zainal Abidin menyampaikan, di SD Muhammadiyah 4 telah ada program menghafal Alquran namun dengan target-target tertentu.

“Dengan program tahfiz ini pada dasarnya adalah bagaimana kemudian kita menyiapkan generasi mendatang itu generasi Qurani, generasi yang dekat dengan Alquran, hafal Alquran dan menjadi kader Muhammadiyah, umat dan kader bangsa,” ungkapnya. Menurutnya, selain bernilai ibadah, hafalan Alquran tersebut juga mampu mencerdaskan anak-anak. Meningkatkan intelektual lebih tinggi daripada anak yang tidak hafal Alquran.

“Saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi adanya program Tahfidzqu di SD Muhammadiyah 4. Dimana di SD Muhammadiyah 4 sebenarnya keseharian itu sudah ada hafalan Juz Amma tiap hari tiap pagi jadi kami sudah menargetkan dari kelas 1 sampai kelas 6. Namun bagi anak-anak yang punya kemampuan lebih dalam hal menghafal Alquran, maka kami berusaha mengajarkan dengan metode tersebut,” jelasnya.

Pada metode ini pun anak-anak hanya menempuh sekitar 4 bulan sudah selesai dan rata-rata lancar. Tidak kalah pentingnya dalam pembelajaran itu, mereka tidak merasa tertekan dan ceria serta membuat orangtua bangga. (adv/nch/nin)

Leave A Reply

Your email address will not be published.