Berilmu, Berakhlak dan Berprestasi

Sifat Umat yang Dijamin Keselamatan

11

SIFAT UMAT YANG DI JAMIN KESELAMATAN

OLEH : Ust. Habib Ma’ruf

Samarinda , Selasa 25 Agustus 2020

www.imbskaltim.sch.id__Sifat Umat Yg Terjamin Keselamatannya, perhatikan pernyataan salaf berikut ;

مِنَ السَّلَفِ اَجْمَعُوْا عَلَى الْاِعْتِقَادِ بِاَنَّ الْعَالَمَ كَلَّهُ حَادِثٌ خَلَقَهُ اللهُ مِنَ الْعَدَمِ وَهُوَ (اَى الْعَالَمُ) قَابِلٌ لِلْفَنَاءِ.

Mereka telah sependapat atas kepercayaan bahwa seluruh alam kejadian itu mengalami masa permulaan, dijadikan oleh Allah dari ketidakadaan dan mempunyai sifat akan punah.

ذٰلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ لَا اِلٰهَ اِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوْهُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ.اَلْاَنْعَامْ:١٠٢.

“Itulah Allah, Tuhanmu sekalian, tidak ada tuhan yg wajib disembah selain Allah, yg menciptakan segala sesuatu, maka hambakanlah dirimu pada-Nya dan Dialah yg mengurusi segala sesuatu”.
QS. Al-An’am : 102.

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللهِ اِلٰهًا اٰخَرَ لَا اِلٰهَ اِلَّا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ.الْقَصَصْ: ٨٨.

“Dan janganlah engkau memohon kepada Tuhan lain disamping Allah, sebab tidak ada Tuhan yg wajib disembah selain Allah, segala sesuatu akan binasa kecuali Dia yang menentukan hukum dan kepada-Nya kamu dikembalikan”.
QS. Qoshosh : 88.

📗HPT halaman . 13 & 23.
Majelis Tarjih & Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ditulis kembali oleh : Habib Ma’ruf bin Shodiq al-Ma’ruf , al-Purbalingga.
Devisi Penyiaran & Sosialisasi Majelis Tarjih & Tajdid Pimpinan Wilayah . Kalimantan – Timur.

Pada QS. Al-An’am :102, Allah ‘Azza wa Jalla menekankan kepada setiap insan bahwa “itulah Allah, Tuhanmu yg sesungguhnya yg mempunyai (mengetahui) sifat-sifat dan kebesaran kekuasaan-Nya, sebagaimana disebutkan :

اِنَّ اللهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوٰى. يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ. ذٰلِكُمُ اللهُ فَأَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ. الانعام (٦)=٩٥.

“Sesungguhnya Allah yg membelah butir dan biji-biji bibit.

Dan mengeluarkan yg hidup daripada yg mati, dan mengeluarkan yg mati daripada yg hidup.

Demikian itulah kebesaran kekuasaan Allah, maka mengapakah kamu dapat berpaling?

QS. Al-An’am (6) = 95.

وَهُوَ الَّذٖى اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً، فَاَخْرَجْنَابِه نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا، وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَّجَنّتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍ. اُنْظُرُوْا اِلٰى ثَمَرِهٖ اِذَا اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖ. اِنَّ فِى ذٰلِكُمْ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ.

Dan Dia pula yg menurunkan air dari langit, lalu Kami keluarkan dari padanya biji-biji yg tersusun rapi.

Dan dari pohon kurma (kelapa) dari mayangnya tersusun rangkaian kurma yg rendah dan juga kebun-kebun anggur, zaitun dan delima yg serupa dan tidak serupa.

Perhatikanlah buahnya ketika berbuah dan masaknya.

Sungguh dalam semua kejadian itu bukti nyata bagi kaum beriman”.

QS. Al-An’Am (6) = 99.

Dan juga ayat :

بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضِ. اَنّٰى يَكُوْنُ لَهُ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهُ صَاحِبَةٌ. وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ،وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ.

“Dia-lah pencipta langit dan bumi, bagaimana akan mempunyai anak sedang Dia tidak beristri.

Dan Allah yg menjadikan segala sesuatu dan Dia mengetahui segala sesuatu”.

QS. Al-An’am (6) = 101.

Maka itulah Tuhan Allah, Tuhanmu yg sebenarnya ,yg memang tiada Tuhan kecuali Dia, Dia-lah pencipta segala sesuatu, maka hanya kepada-Nya lah kalian harus mengabdi, menyembah, taat dan patuh, bahkan Dia-lah yg menjamin segala sesuatu.

📗Tafsir Ibnu Katsir.

Sebab definisi dari ibadah adalah ketundukkan kepada Allah dengan didasari kecintaan dan pengagungan, dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-karangan-Nya.

Siapapun yg tunduk kepada Allah, dia akan mulia dengan-Nya.

وَ ِللهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهِ.

“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya”.
QS. Al-Munafiqun : 8
📗Syarah Aqidah Wasithiyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Sedang kan ayat kedua yakni QS. Al-Qoshosh (28) = 88, agar kita mengajak (berdakwah) kepada mereka (orang-orang kafir) untuk menyembah hanya kepada Allah, karena hanya Dia-lah yg berhak disembah dan Dia-lah yg kekal sedang segala sesuatu selain-Nya akan binasa dan punah.

Bagi-nya lah segala penentuan dan segala kekuasaan dan hanya kepada-Nya lah segala sesuatu akan kembali.

📗Tafsir Ibnu Katsir.

Makanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan bahwa dakwah yg pertama kali adalah mengajak kepada tauhid laa ilaaha illallah ,sebagai mana disebutkan dalam hadits :

وَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَمَّا بَعَثَ مُعَاذًا اِلَى الْيَمَنِ قَالَ:إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ. وَ فِي رِوَايَةٍ: إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللهَ – فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْكَ لِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ،وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَ بَيْنَ اللهِ حِجَابٌ.

Ibnu Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma menuturkan bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam tatkala mengutus Mu’adz ke Yaman, bersabdalah beliau kepadanya :

“Sungguh, kamu akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka hendaklah dakwah pertama kali yg kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat “laa ilaaha illallaah”.

Dalam riwayat lain disebutkan “supaya mereka mentauhidkan Allah”.

Jika mereka telah mematuhi apa yg kamu dakwahkan itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka sholat 5 waktu sehari semalam.

Jika mereka telah mematuhi apa yg telah kamu sampaikan itu, maka sampaikanlah kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat yg diambil dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir.

Jika mereka telah mematuhi apa yg kamu sampaikan itu, maka jauhkanlah dirimu dari harta pilihan mereka, dan jagalah dirimu dari doa orang mazhlum (teraniaya).

Karena sesungguhnya tidak ada suatu tabir penghalangpun antara doanya dan Allah”.

HR. Al-Bukhori dan Muslim. 📗Fathul Majid hal. 102.

Dalam hadits ini mengingatkan makna syahadat laa ilaaha illallaah” karena artinya adalah mentauhidkan Allah dengan ibadah kepada-Nya dan menafikan (meniadakan) ibadah dari segala sesuatu selain-Nya.

Wallahu a’lam bishshowab.

Leave A Reply

Your email address will not be published.